• 4

    Jan

    Titip Doa

    Lama tak berceloteh disini. Bukan tak ingin mengisi secuil cerita atau lintasan pikiran disini namun memang tak ada yang perlu diceritakan disini. Semua masalah hanya diserahkan kepada kehendak-Nya. Ikuti apa yang sudah disiapkan, jalani selangkah demi selangkah. Hidup memang seperti itu tak perlu risau tentang apa yang akan terjadi. Detik berikutnya kita masih hidup kita juga tidak tahu. Jalani dengan sepenuh semangat, nikmati tiap tarikan nafas. Pagi hari ditemani cahaya hangat mentari, kerjaan yang belum terselesaikan, sabtu pendek namun seperti tergesa, waktu seperti berlari padahal satu detik tetaplah satu detik. Semingguan ini banyak membaca tentang fenomena titip doa. Titip dengan menyertakan sedekah. Sebagai seorang muslim, hal tersebut sudah merupakan suatu kemerosotan. Kita suda
  • 11

    Oct

    Tak ingin

    Sebenarnya tak ingin bersuaral disini tapi saat ini hanya ini yang bisa kulakukan. Tak seperti biasanya saat gundah seperti ini bercerita disini. Ada tempat yang lebih pantas mengalirkan semua resah. Bercakap pada pemilik hati, bertutur dengan pemberi nafas. Pasrahkan semua kepada sang pembuat hujan, nikmati apa yang telah diberi pemilik nyawa ini. Hanya mampu menerima, menikmati semua. Tak ada yang diberikan kepada kita, semua hanya titipan. Baik atau buruk, semua tetaplah baik. Tinggal menjalani langkah demi langkah, Tak perlu berlari menuju hari esok. Cermati tiap helaan nafas, tak usah terburu pada esok yang belum tampak. Ini bukan tentang soal tanpa rencana, tapi semua sudah direncankan. Tinggal menjalani.
  • 13

    Feb

    Kosong

    Tak ada apa-apa disini. Cuma hitam dihamparan putih. Mengeja huruf, menafsir kata. Kadang tak terlihat, namun sering tersirat. Semua menerka dengan pikirannya. Melepaskan imaji dalam balutan kalimat
  • 26

    Dec

    Terka

    Aku ingin menerka tentang sebuah cerita. Bermain dengan imajisi. Satu gambar yang mungkin menjelaskan semua. Gambar berdampingan dalam gaun pengantin. Kabar itu, kabar bahagia tapi kenapa aku seperti dialpakan. Bukan sekali ini kabar bahagia seperti ini terlewat tanpa ku mengetahuinya. Mungkin juga ini seperti yang sering kubisikan keudara. Kebahagian adalah milik kalian sendiri, nikmatilah, reguklah manisnya sebuah senyum terkembang. Kesedihanmu adalah miliku juga, bagilah denganku, dan aku akan menerimanya, membasuhnya perlahan hingga semua perih itu menguap. Satu pernikahan ke pernikahan yang lain terlewatkan, mulai dari sahabatku yang dahulu tidur disampingku bertahun-tahun, saudaran perempuannya menikah aku juga tak tahu. Dan kini sampai saat ini ku tak mendengar kabar itu darimu,
  • 5

    Dec

    Frame

    Tak ada kata terucap Lewat huruf maupun lisan Hanya sepotong gambar tercetak jelas Hanya sapa sejenak Kemudian sepi meraja Tengelam dalam bisik hati Ini bukan pertama Kedua Ataupun ketiga Ku tak ingat lagi Namun aku selalu seperti ini Hilang dan kembali Datang dan pergi Biarlah semua seperti itu, tak perlu diungkit lagi. Semua hanya kenangan. Ya kenangan manis, aku tak pernah melupakanmu. Kadang kelebatan bayangmu tercetak jelas diingatan. Sosokmu yang begitu ringkih, mendekap dalam kedingan. Namun itu semua hanya kenangan. Aku tak ingin mengenangmu dalam sebuah bait kesedihan. Kini akau melihatmu dalam senyum simpul, letih pencarianmu sudah sirna. Dalam ketepurukan sebuah janji akhirnya kau temukan apa itu setia. Walau hanya sebuah gambar, namun semua itu tercetak jelas. Tentang seb
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post